3 Oktober 2009

MENGUBAH YANG SULIT BERUBAH

Berubah memang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Banyak contoh yang bisa disebut perusahaan-perusahaan yang mampu melakukan perubahan itu dan memang berdampak pada kemajuan organisasi. Tapi, benarkan berubah itu mudah ?


Bukan mereka yang kuat dan cerdas yang akan bertahan, tetapi mereka yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, dan merekalah yang akan menang menghadapi persaingan." kata Sudhamek AWS, CEO Garudafood, mengutip Charles Darwin, dalam suatu acara seminar di PPM, awal tahun ini.
Hal serupa memang terjadi pada perusahaan. perusahaan yang berhasil menembus usia satu abad atau lebih, umumnya telah mengalami berbagai metamorfosis. Karyawan bisa masuk dan keluar, karyawan akan pensiun atau meninggal. Pemilik perusahaan bisa berganti, tapi perusahaan bisa tetap hidup.
Sebagai entitas yang didirikan untuk menjadi sumber penghidupan bagi orang-orang yang berada di dalamnya, dan berkonstribusi pada masyarakat sekitar, perusahaan menjadi sumber hidup yang tiada habis-habisnya.
Masalahnya untuk terus bisa mempertahankan kelangsungan hidupnya, perusahaan dituntut tidak hanya berubah karena dorongan dari dalam tapi juga berubah menyesuaikan diri dengan perubahan di luar dirinya. Yang sering terjadi, perubahan di dalam organisasi tidak cukup cepat untuk mengimbangi perubahan di luar.
Perubahan di luar bisa berarti berubahnya para pesaing dalam industri yang sama. Tetapi juga bisa adanya perubahan teknologi canggih sehingga hanya perusahaan yang dapat mengakuisisi teknologi tersebut yang dapat bertahan.
 

ANCAMAN
Perusahaan tidak lagi bisa menjadi sumber hidup setelah orang-orang didalamnya tidak lagi memiliki ide-ide, semangat juang, dan optimisme menerobos hari esok. Atau perusahaan itu tercabik-cabik oleh adanya intrik dan klik dari dalam. Politik devide et impera Jika didaftar maka ancaman bagi keberadaan organisasi sangat banyak. Bisa dari dalam maupun dari luar. tidak hanya efektif pada zaman dulu, sekarang pun cara ini masih cukup efektif diterapkan untuk menguasai lawan. Atau perusahaan berada dalam incaran pihak eksternal yang menghendaki kematiannya.

BERUBAH ITU MUDAH? 
Berubah itu tidak mudah. Berubah menjadi mudah hanya sebatas tataran ide. Yang menjadi tantangan bagi para CEO adalah pelaksanaanya. Perubahan yang menimbulkan pergumulan bagi mereka yang melaksanakan dan berdampak kepada karyawan sangat banyak contohnya.
Dalam kancah nasional contoh-contoh perubahan itu misalnya, perubahan yang pernah terjadi pada masa kepemimpinan Kuntoro Mangkusubroto di PN Timah, di Telkom yang dilakukan Cacuk Sudarijanto, di PT DI pun yang sempat menimbulkan kontroversi karena mem-PHK 6600 karyawan-sesungguhnya juga sedang melakukan perubahan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Dan tentunya masih banyak perubahan-perubahan lain di perusahaan swasta yang belum diungkapkan kepada publik. Yang mudah diamati orang awam dari luar misalnya pada perusahaan rokok. Sampoerna yang dulu mengandalkan rokok Dji Sam Soe, memimpin perubahan industri rokok dengan menciptakan pasar baru atau ia bisa mengendus pasar baru, para perokok yang ingin tetap "sehat." Untuk itulah rokok-rokok mild dengan kandungan tar dan nikotin rendah menjadi primadona baru penjual rokok.
Langkah Sampoerna ini juga diikuti pemain-pemain lain, baik yang lama maupun baru. Pasar yang berubah membuat produsen mengikuti perubahan itu. Memang perubahan pasar tidak selalu dapat dicium oleh pelaku bisnis, utamanya yang sudah berada dalam zona kemapanan.
Mencium gelagat perubahan pasar memang tidak mudah. Tapi sebetulnya bisa dilihat dari kecenderungan yang terjadi pada pasar lama. Jika pembeli semakin berkurang, itu salah satu pertanda bahwa produk atau jasa yang ditawarkan mulai tidak lagi tepat sasaran. Target pasar sudah turun secara kuantitas, karena mereka menginginkan yang lebih dari produk atau jasa tersebut. Atau substitusi produk dan jasa tersebut di pasar terlalu banyak dan pembeli bisa mendapatkan dengan harga lebih terjangkau. Memang ada konsep value for money, orang bersedia mengeluarkan uang sejumlah besar asalkan mendapatkan nilai yang sepadan. Masalahnya jika pesaing dapat memberikan value yang sama dengan harga lebih terjangkau, tentu ada yang tidak beres di organisasi kita.
Perusahaan tidak lagi efisien karena sistem penggajian berdasar pada senioritas dan bukan hasil kerja. Tentunya perlu dipikirkan agar gaji seseorang mentok jika kontribusinya tidak lagi signifikan bagi pengembangan organsasi. Atau mereka yang terlanjur bergaji tinggi mendapatkan tantangan untuk menciptakan pemasukan baru bagi perusahaan.
Tentu saja ini akan memunculkan penolakan dari karyawan yang merasa "ketenteramannya" terganggu. Disini memang peran leader sangat besar. Setalah krisis ekonomi tahun 1997, ada sekelompok eksekutif dari sebuah perusahaan besar bersedia dipotong gajinya demi untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, ini hanya contoh. Ada lagi yang rela tidak mendapatkan bonus.
Perubahan memang pahit, karena perusahaan biasanya berubah setelah ada tekanan. Tanpa tekanan memang siapapun memilih tidak berubah. Mengapa orang takut berubah? Karena tidak ada jaminan perubahan akan membawa pada situasi lebih baik.

MOTIVASI UNTUK BERUBAH 
Lalu apakah yang dapat memotivasi orang untuk berubah. Ini jawaban yang sering muncul, "Aku nanti akan dapat apa?" Motivasi seseorang untuk berubah selalu "akan dapat apa." Mungkin maksudnya tidak selalu uang-meskipun mayoritas orang adalah masih termasuk kelas faali.
Artinya kalau orang harus berubah atau organisasi harus berubah menjadi lebih baik, pada saat yang sama mereka yang menyumbang pada perbaikan itu mendapatkan kompensasi yang sepadan.

Mengapa orang perlu dirangsang agar mau berbuat sesuatu? Karena memang pada hakikatnya manusia itu tidak ingin bekerja, tetapi mendapat penghidupan yang enak.

Mungkin ada yang berpendapat lain. Tetapi saya cenderung berpendapat bahwa manusia bekerja adalah akibat dari kutukan Tuhan. Mau tahu alasannya? Adam adalah manusia pertama yang dipilih untuk menaati hukum. Bersama isterinya, Hawa, ia diberi kebebasan untuk makan apa saja buah-buahan yang ada di Taman Eden(Firdaus). Enak kan tidak usah kerja, Tinggal makan!

Tapi apa lacur, singkat cerita mereka memakan buah "pengetahuan baik dan buruk," sehingga tahulah mereka bahwa ternyata di samping yang baik-baik dan enak-enak ternyata ada juga hal-hal yang buruk dan tidak enak.

Karena mereka telah melanggar hukum Tuhan, maka diusirlah mereka dari Taman Eden, dan ada kutukan dari Tuhan "Mulai hari ini engkau harus mencucurkan keringat untuk menghidupi isteri dan anak-anakmu!" Maka menyingkirlah mereka dari Taman Eden dan harus hidup dengan bekerja keras. Jadi itu alasannya kerja adalah kutukan!

Bahkan ada sebuah perusahaan komputer dari AS. Perusahaan ini memilih identitas perusahaan atau logo gambar buah apel yang bagian atasnya sudah dimakan (krowak-Jawa. red). Mungkin maksud dari pemilik perusahaan ini, dengan memakan buahnya maka engkau akan memiliki pengetahuan, seperti cerita di Taman Eden itu.

BREAK THE GOLDEN RULES
Untuk melakukan perubahan, memang dibutuhkan perubahan paradigma. Selama pola berpikir seseorang masih resist to change, tidak mau berubah, maka akan sulit bagi pimpinan untuk membuat dia berubah.
Tetapi apabila kesadaran itu telah ada, bahwa memang semua orang di dalam organisasi harus berubah, maka tentunya lebih mudah bagi pimpinan untuk membawa gerbong ini menuju perubahan.
Jika paradigma tentang pentingnya perubahan telah dicerna oleh sebagian besar anggota organisasi, maka tahap berikutnya adalah melihat rules (aturan) yang selama ini membelenggu. Peraturan yang membelenggu, membatasi dan menciptakan aku dan engkau, itu harus dibenahi dulu. Golden rules yang mengganggu kebersamaan harus dihilangkan dulu.
Karena perubahan itu sendiri tidak mungkin hanya dilakukan oleh sebagian kecil orang di dalam organisasi.
Perubahan akan membawa pengaruh signifikan jika dilakukan oleh mayoritas warga dalam organisasi. Untuk itulah perlu adanya kampanye dari CEO, jika dilakukan perubahan di sana sini, perusahaan akan lebih baik, karyawan akan lebih sejahtera dan kelanggengan hidup perusahaan akan lebih terjamin. Jadi selamat mengubah diri bagi siapa saja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar