6 Maret 2010

Menyiasati Pasar

Banyak Inspirasi Hasilkan Karya Nyata Tokoh-tokoh dunia yang telah mengaktualisasikan dirinya bertindak mirip anak kecil yang tidak mengenal konsep kegagalan. Menurut Abraham Maslow, mereka menjadi orang yang fleksibel, spontan, berani, termasuk berani membuat kesalahan, terbuka dan rendah hati. Mereka tidak takut melakukan kesalahan, termasuk kesalahan bodoh. Mereka berpikir 'gila-gilaan' sebagai orang yang kreatif. Mereka menganggap kegagalan itu hanya sebagai umpan balik dan memberi informasi untuk Bila melakukan perbaikan. Mereka fleksibel, seperti air.

air ada dalam gelas bentuknya seperti gelas, bila terdapat dalam botol, bentuknya seperti botol, sangat fleksibel dapat menyesuaikan lingkungan dengan baik, mampu menyesuaikan diri bila situasinya berubah, mampu menghentikan kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik, mampu menghadapi kebimbangan serta perubahan-perubahan kondisi tanpa mengalami ketegangan yang tidak perlu dan tidak merasa terancam oleh apapun dan siapapun. Mereka pekerja keras, mempunyai banyak inspirasi dan menghasilkan karya nyata yang mendunia. Mereka selalu bekerja keras, disiplin dan terus memperbaiki diri.

Spontanitas juga hampir memiliki arti yang sama dengan kreativitas. Orang-orang yang mengaktualisasikan diri lebih, tidak malu-malu karenanya, lebih ekspresif, wajar dan polos. Biasanya mereka tidak perlu menyembunyikan perasaan atau pikiran mereka maupun tingkah laku yang dibuat-buat. Hampir setiap anak mampu membuat lagu, puisi, lukisan, tarian, cerita atau permainan secara mendadak, tanpa direncanakan atau didahului oleh suatu maksud sebelumnya. Kita menjadi seperti anak-anak yang tanpa dosa, melihat dunia dengan mata lebar, tidak mengenal rasa takut pada ejekan, kesalahan kegagalan yang dipandu oleh kecerdasan spiritual akan menjadikan kita sebagai orang yang sangat kreatif di level tertinggi. Sifat-sifat ini merupakan sifat yang sering hilang setelah orang menjadi dewasa. Orang yang mengaktualisasikan diri tidak kehilangan pendekatan yang segar dan naif ini, atau jika harus kehilangan, mereka akan mendapatkannya kembali di kemudian hari.

Debuah kisah menarik dari seorang manajer pemasaran perusahaan Jepang, yang merasa gagal melaksanakan strategi pemasaran produk perusahaannya karena penjualannya tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Kemudian manajer tersebut sebagai rasa tanggung jawab menghadap direkturnya, sambil berkata, "Pak saya siap untuk dipecat sebagai manajer pemasaran, karena saya telah menghabiskan biaya cukup besar dalam pemasaran, tetapi penjualannya tidak sesuai dengan yang saya harapkan. Saya menyadari bahwa itu adalah kesalahan saya". Direktur yang telah mengenyam asam garam di bidang perusahaan tersebut menanggapinya dengan tersenyum dan berkata, "Saya memahami apa yang kamu inginkan, tetapi kalau kamu saya pecat, maka perusahaan akan rugi. Bahkan rugi besar.

Kamu tahu kenapa perusahaan rugi besar?" "Tidak Pak," jawab manajer pemasaran tersebut. Kemudian direktur tersebut melanjutkan pembicaraannya "Perusahaan rugi besar karena telah memberikan pendidikan kegagalan kepada kamu dengan biaya besar. Justru kamu sekarang akan tetap saya jadikan manajer pemasaran dan dapat belajar dari kesalahan yang telah kamu lakukan sebagai umpan balik. Kalau kamu saya pecat, yang menikmati pendidikan itu adalah perusahaan lain. Bukan perusahaan kita." Manager pemasaran perusahaan itu terdiam sejenak, karena mendapat jawaban yang sama sekali tidak ia duga, karena sebenarnya manajer pemasaran itu ingin tetap bekerja di perusahaan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar